Usai Berdialog dengan Kapolres, Warga Sepakat Tak Blokir Pembangunan Jalan Tol Sumatera

Share

Harianekspres.com – Kapolres Lampung Selatan (Lamsel) Ajun Komisaris Besar Adi Ferdian Saputra meminta warga Dusun Cilamaya, Bakauheni, yang memblokir lokasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), supaya membuka portal.

Warga melakukan pemblokiran karena mengklaim, lokasi yang digunakan
untuk pembangunan JTTS, merupakan lahan milik warga.
Di hadapan perwakilan warga Dusun Cilamaya, Adi mengatakan,
pembangunan jalan tol merupakan program pemerintah, dan menjadi
perhatian serius Presiden Joko Widodo. Ia meminta warga tidak melakukan tindakan, yang membuat proses pembangunan jalan tol menjadi terhambat.

“Saya minta kepada warga untuk membuka portal, agar pekerja bisa melakukan pelaksanaan pembangunan. Jangan melakukan tindakan yang menghalangi pekerjaan, yang justru bisa berimplikasi masalah hukum,” ungkap Adi Ferdian Saputra, Jumat (3/2/2017).

Dirinya mengatakan, permasalahan antara warga dengan Gatot Gondes,
yang saling klaim sebagai pemilik lahan, bisa diselesaikan melalui jalur yang benar. Ia menegaskan, laporan warga yang masuk ke polres pun akan
ditindaklanjuti.

“Kami tidak berpihat kepada siapa pun. Proyek pembangunan jalan tol
ini harus berjalan. Laporan warga yang masuk ke polres, kami akan
tindak lanjuti. Jika memang ada implikasi masalah hukum, kami pasti
akan proses,” ujar Adi Ferdian Saputra.Setelah berdiskusi, warga akhirnya membuka portal, yang telah dipasang sejak beberapa waktu lalu.

Warga memasang portal karena penyelesaian ganti rugi lahan milik mereka tidak kunjung selesai. Hal itu terjadi karena adanya klaim ganda, antara warga dan Gatot Gondes.

“Kami tidak pernah menghalangi proyek pembangunan jalan tol. Kami bahkan sangat setuju. Tapi, kami menuntut hak kami,” kata seorang warga, Yono, Jumat. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply