Sudah 5 tahun, pembantu dan majikan di Samarinda kompak bisnis sabu

Share

 

dua ibu rumah tangga di Samarinda bisnis narkoba.

Harianekspres.com – BNN kota Samarinda membongkar peredaran sabu yang dikendalikan dari tahanan Rutan Samarinda dan Rutan Balikpapan. Dua wanita, Am (37) dan An (44) berhasil diringkus, beserta barang bukti 118 paket sabu seberat 66 gram.

Sudah lima tahun keduanya melakoni bisnis barang haram ini dengan omzet puluhan juta per bulan. BNN mengendus aktivitas jual beli sabu yang dilakoni Am, seorang pembantu rumah tangga, di rumah majikannya, An. BNN menangkap Am di rumah majikannya, kawasan Jalan Rajawali, Sungai Pinang Dalam, akhir pekan lalu. Polisi menyita enam unit telepon genggam dan uang tunai Rp 46 juta.

“Awalnya kita tidak mengira, karena rumah itu dijadikan jualan toko kain. Setelah kita tangkap An, di rumah majikannya itu, kita sita 118 paket sabu, seberat 66 gram,” kata Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Siti Zaekomsyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Anggur, Selasa (7/2).

Saat penangkapan Am, pemilik rumah yang juga majikannya yakni An tidak ada di rumah. BNN melakukan pengembangan, mencari keberadaan An. Pengintaian dilakukan dengan penyamaran. Ternyata An tidak pulang ke rumah setelah tahu pembantunya ditangkap BNN.

“Akhirnya kita amankan Am, di sebuah rumah di kawasan Jalan Lambung Mangkurat. Si pembantu ini, selain dapat gaji dari majikannya, dia juga dapat upah lelah atau bonus menjualkan sabu,” tambah Siti.

Siti menjelaskan, bisnis sabu yang dijalankan Am dan majikannya An, sudah dilakoni 5 tahun terakhir, dengan omzet menembus puluhan juta rupiah per bulan.

“Kedua wanita ini, setiap mengambil sabu rata-rata seberat 30 gram. Sabu ini, didapat keduanya dari Rutan Sempaja di Samarinda yang berjaringan dengan Rutan Balikpapan. Jadi, pengendalinya dari luar, ya dilakukan kedua wanita ini,” ungkap Siti.Editor – Windy


Share

Related Post

Leave a reply