Sektor Konstruksi Jadi Penyumbang Ketiga Pertumbuhan Ekonomi di 2016

Share

Ilustrasi

Harianekspres.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengumumkan sektor konstruksi sebagai penyumbang ketiga bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2016 sebesar 0,51 persen setelah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sementara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia 2016 tumbuh sebesar 5,02 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan di 2015 yang hanya sebesar 4,88 persen.

“Kontribusi sektor konstruksi bagi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) pun cukup signifikan yakni 10,38 persen, berada di urutan keempat setelah sektor industri, pertanian, dan perdagangan,” kata Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu,11 Februari 2017.

Dengan demikian, kata Basuki, pembangunan infrastruktur selain telah menggerakkan ekonomi riil, turut menyumbang pada pertumbuhan ekonomi cukup sigifikan, dan juga telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.

Menurutnya ekonomi yang produktif tidak mungkin dicapai apabila tidak didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai. Oleh sebab itu infrastruktur merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk pemerataan pembangunan.

Menteri Basuki mengklain, sepanjang 2016, pihaknya telah membangun infrastruktur dalam rangka mendukung program prioritas nasional seperti ketahanan air dan pangan, konektivitas antardaerah, serta penyediaan perumahan dan permukiman.

“Realisasi akhir keuangan kami pada Tahun Anggaran 2016 adalah 91,32 persen dari pagu efektif sebesar Rp91,21 triliun,” tuturnya.

Selanjutnya Menteri Basuki mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur pada 2017 masih menjadi salah satu tumpuan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2-5,4 persen dan pemerataan kesejahteraan secara nasional.

Pada 2017, pemerintah mengalokasikan total belanja infrastruktur sebesar Rp387 triliun dan Kementerian PUPR diberikan amanah untuk mengelola anggaran dengan porsi terbesar, yaitu Rp101,4 triliun.

“Kementerian PUPR selama tiga tahun ini mendapatkan amanah mengelola dan membelanjakan anggaran terbesar dibanding kementerian/lembaga lain,” kata Menteri Basuki. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply