Profile Pehobi Burung Kicau Dan Penangkaran

Share

Foto: Om. Budy Chan (topi biru) Di Kapolda Cup 2016.

Harianekspres.com – Om. Budy Chan adalah seorang pehobi dan pencinta burung yang sudah lama malang-melintang di jagad perburungan di Kota Bandar Lampung. Beliau selalu konsisten di dalam menggeluti hobinya tersebut, sejak dari dulu sebelum adanya perlombaan-perlombaan burung yang lebih semarak seperti yang sekarang ini. Banyak koleksi burung-burung terbaik yang beliau miliki diantaranya Burung Murai Batu, Anis Kembang, Kacer, Love Bird, Pleci, dll, khususnya burung-burung yang sering dan banyak diperlombakan.

Beliau juga merupakan salah seorang perintis Komunitas Burung yang berada Di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. yang diberi nama “Kemiling Bird Club” (KBC). Dengan hobinya tersebut beliau menangkarkan beberapa burung-burung kesayangannya dari jenis murai batu, bahkan hasil penangkaran burung murai batunya banyak diminati oleh teman-temannya sesama pehobi burung kicau.

Foto: Om. Budy Chan Sedang Mengawasi Jalannya Perlombaan Burung Kicau “Road To PWI Cup” Di Lapangan Coklatan Kemiling, Bandar Lampung

Berikut ini Kiat sukses, Menurutnya, sedikitnya ada tiga kunci sukses dalam penangkaran burung. Pertama, harus menyukai burung. Penangkar yang pada dasarnya hobi burung akan lebih bisa daripada yang kurang mencintai atau menyukai dunia burung. Kalau sudah hobi, seorang penangkar akan memiliki rasa sayang terhadap burung.

Kedua, jangan pernah malu untuk belajar mengenai perawatan dan penangkaran burung. Cara yang paling efektif adalah membina hubungan baik dengan teman-teman penangkar yang lebih dulu sukses, selalu bertanya dan belajar.

Ketiga, harus sabar. Hal ini sangat penting bagi penangkar, sebab burung adalah mahluk hidup yang memiliki risiko tersendiri. Mulai dari sakit, mati, terlepas, hilang dicuri orang, atau gagal diternak.

“Misalnya, induk sudah jodoh dan bertelur. Tetapi saat mengeram tidak menetas. Bisa juga sudah menetas, tiba-tiba anakan dibuang oleh induknya. Menghadapi hal-hal seperti ini diperlukan kesabaran, dievaluasi apa penyebabnya, kemudian dijadikan pengalaman berharga,” Editor – Aduhdehh


Share

Related Post

Leave a reply