Pers Modern Hadapi Tantangan yang Lebih Kompleks

Share

Ilustrasi.

Harianekspres.com – Menjelang Hari Pers Nasional pada 9 Februari mendatang, pers saat ini menghadapi banyak tantangan yang lebih kompleks. Ditambah, medium penyampaian karya jurnalistik saat ini berkembang. Tak hanya media cetak, elektronik, atau online saja, namun juga media sosial.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengatakan, insan pers tak perlu khawatir akan kelangsungan pers. Asalkan setiap pers, media, maupun jurnalisnya tetap memegang teguh kode etik dan kaidah jurnalistik.

“Masalah yang dihadapi saat ini banyak informasi yang diproduksi bukan oleh pers tapi membanjiri jagat media kita,” kata Margiono, dalam dialog Metro Plus Metro TV, Jumat (3/2/2017).

Pers saat ini, kata Margiono, tidak bisa berkembang hanya dengan memegang teguh kode etik dan kaidah jurnalistik saja. Setiap pers profesional harus mampu bersaing dengan penyebaran informasi yang tak mengenal batas.

Margiono mengatakan karya jurnalistik yang dihasilkan oleh pers profesional tidak boleh kalah dengan yang bukan jurnalistik. Bukan tidak mungkin jika karya pers dibuat asal-asalan, akan membuat masyarakat tak lagi berminat mencari informasi melalui media mainstream.

“Ini tantangan bagi pers profesional. Kalau kecepatan dan akurasinya kalah dengan yang bukan pers, pers yang mainstream akan kalah tidak kan dilirik lagi. Publik akan melihat media sosial yang bukan pers,” katanya.

Margiono menambahkan, banyak jurnalis saat ini yang tidak memahami kultur dan model baru di luar jurnalistik. Agar tetap bisa bersaing, insan pers harus memiliki kemampuan menyesuaikan. Selain terus membangun profesionalitas dalam peliputan, insan pers juga harus melek teknologi.

“Kenapa produk jurnaliastik mulai ditinggalkan pembacanya? Karena ada info baru yang mampu menjangkau dan menarik mereka,” jelas Margiono. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply