Pembebasan Lahan Jalan Tol Selesai Maret 2017

Share

 

Nampak pembangunan titik nol Jalan Tol Trans Sumatera di Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (17-1).

Harianekspres.com – Bandar Lampung — PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung akan berupaya menyelesaikan target pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) pada pertengahan Maret 2017.

Pemprov Lampung terus melakukan pendekatan dan koordinasi kepada semua pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat yang memiliki tanah yang dilintasi jalan tol.

“Kami meminta kepada perusahaan supaya cepat membantu. Artinya, jangan menunggu betul-betul proses itu berlangsung secara aturan. Tujuan kami bagaimana percepatan pembangunan jalan tol itudiwujudkan oleh perusahaan. Sementara untuk masyarakat tergantung kepada kami bagaimana cara kami melakukan pendekatan.

Perusahaan ini yang memang susah karena tanah yang kami minta atau pakai untuk jalan tol itu memang cukup luas,” kata ketua tim percepatan pengadaan tanah pembangunan JTTS, Adeham, usai menggelar rapat pembahasan percepatan pengukuran dan penilaian pengadaan tanah jalan tol, di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Kantor Pemprov Lampung,
Selasa (7/2).

Menurut Adeham, melalui Inpres Nomor 1 dan 3 itu adalah soal percepatan. “Nah di sini kami harus bisa mempercepat prosesnya tetapi tidak menyalahi aturan. Contohnya jika tanah yang dipakai jalan tol itu belum ada penilaian, kami terjunkan alat operasi dulu untuk pematokan dalam pengukuran supaya cepat.

Kalau nunggu penilaian, maka akan memakan waktu yang lama,” ujarnya. Karena pada dasar aturannya, ujar Adeham, memang tahap pertama, yakni pematokan, tahap kedua mendata, tahap ketiga konsultasi publik, tahap keempat mengukur, dan tahap kelima yaitu appraisal atau penilaian estimasi atau perkiraan (asumsi) nilai harga tanah.

“Jadi ini belum selesai prosesnya karena belum selesai seluruhnya diukur oleh BPN. Maka dari itu, kami butuh percepatan dalam pengukuran pengadaan tanah untuk jalan tol ini,” kata dia.

Adeham juga mengatakan pihak PT Waskita sebagai salah satu operator pembagunan jalan tol ini sudah siap soal dana, baik uang ganti rugi lahan, uang operasional untuk proyek, maupun lainnya. “Nah kalau ini prosesnya lama-lama, nantinya mereka akan rugi. Alat sudah banyak di lapangan enggak difungsikan. Maka dari itu mereka minta percepatan,”
ujarnya.

Untuk ganti rugi lahan tol bagi perusahaan yang dilintasi jalan tol sendiri, kata Adeham, ada bentuk ganti rugi lahan berupa uang maupun yang lainnya. “Tergantung kesepakatan. Ada ganti lahan tanah yang baru tapi itu tidak mungkin karena tanah tidak ada lagi. Ataupun bentuk saham atau perjanjian lain. Tapi selama ini, beberapa perusahaan yang sudah ada adalah ganti rugi berupa uang,” kata dia. Editor(CindyIryani)


Share

Related Post

Leave a reply