Masuki Panen Raya, Harga Jagung Anjlok

Share

Ilustrasi.

Harianekspres.com – Memasuki masa panen raya, petani jagung di kecamatan Ketapang dan Sragi kabupaten Lampung Selatan justru menjerit. Pasalnya, harga salah satu komoditas andalan petani di pesisir timur itu malah anjlok.

“Sepekan ini harga jagung dua kali turun. Dari Rp 3.700 turun Rp 3.600
dan hari ini kembali turun Rp 3.500/kg,” kata Wayan Sujane salah
seorang pengepul hasil bumi di desa Sumbernadi kecamatan Ketapang
kepada Lampost.co, Sabtu (4/2/2017).

Menurutnya, harga jagung asalan disejumlah gudang yang ada di
kecamatan Ketapang maupun Tanjungbintang, Lampung Selatan bervariasi
dengan harga paling rendah saat ini Rp 3.500/kg, namun harga yang
lebih tinggi pada umumnya potongan kadar air ikut tinggi.”Potongan
kadar air bisa mencapai 35%. Ini yang membuat kami juga kesulitan
menetapkan harga ke petani, lantaran harga sering berubah-ubah dn
terus turun,” ucap Wayan.

Hal senada juga diungkapkan Eko, petani jagung di Dusun Trans
banyuwangi desa Ketapang, kecamatan Ketapang. Menurutnya, masa panen
jagung baru saja dimulai, namun harga sudah mulai mengalami penurunan.

“Baru mulai panen, harga sudah tidak pernah berpihak kepada kami.
Apalagi saat panen raya nanti, harga bisa anjlok, potongan kadar air
tetap tinggi dan potongan-potongan lainnya yang membuat kami jatuh
rugi,” katanya.

Menurutnya, Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi yang
banyak dihasilkan di lahan pertanian. Sayangnya, dengan harga jual
yang kian anjlok dengan berbagai macam potongan membuat para petani
tidak dapat merasakan hasilnya.

Dengan demikian, ujar Eko, banyak petani yang mengalami kerugian
lantaran biaya tanam dan perawatan mengandalkan pinjaman dari
pengepul.

“Dengan harga Rp 3.500/kg, kami hanya menerima Rp 2.275/kg lantaran
tingginya potongan kadar air dan potongan yang lainnya,”Harga jual
dengan berbagai potongan membuat kami tidak mendapatkan hasiln,” tutup
Eko.

Selain di Kecamatan Ketapang, kondisi serupa dialami petani di
Kecamatan Sragi. Menurut Sukir, petani desa sumbersari, kecamatan
Sragi, pekan lalu saat petani mulai memasuki masa panen harga jagung
Rp 3.800/kg dengan potongan kadar air sekitar 10 sampai 15 persen.
Namun sejak sepekan terakhir harga terus turun menjadi Rp 3.500 dengan
potongan sebesar Rp 35 persen.

“Dengan harga Rp 3.500/kg kami hanya menerima Rp 2.275/kg. Belum lagi
dipotong biaya transportasi,” ujar Baker (sapaan Sukir,red) mengerutu. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply