Masih ada guru yang terima gaji Rp250 ribu per bulan

Share

“Jumlah mereka (guru honorer) saat ini mencapai 6.000 orang, sekitar seperempat di antaranya bahkan telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun,”

Harianekspres.com – Nasib ribuan guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kabupaten Temanggung masih memprihatinkan. Betapa tidak, di tengah perjuangan serta dedikasi tinggi untuk mendidik siswa sebagai generasi penerus bangsa, tingkat kesejahteraan mereka terbilang masih jauh dari harapan.

Wakil Ketua PGSI Kabupaten Temanggung, Siyamin menyebut, kendati sebagian dari mereka telah mengabdi dalam kurun waktu cukup lama, namun honor yang mereka terima sampai sekarang hanya berkisar antara Rp250 ribu sampai Rp750 ribu saja per bulannya. “Jumlah mereka (guru honorer) saat ini mencapai 6.000 orang, sekitar seperempat di antaranya bahkan telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun,” katanya, Selasa (7/2).

Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi yang terus bertambah, ia mengatakan sebagian guru tersebut terpaksa ‘nyambi’ atau menjalani profesi lain usai memenuhi kewajibannya sebagai pengajar atau setelah jam pelajaran berakhir. Beberapa profesi sambilan yang dilakukan oleh para guru tersebut yakni menjadi pedagang, tukang ojek, dan mayoritas lainnya bertani.

Padahal, menurutnya beberapa guru ini telah menerima sertifikasi. Namun demikian, jumlah yang diterima hanya berkisar Rp1,5 juta setiap enam bulan sekali atau sebulannya hanya Rp250 ribu saja. Jelas tambahan ini ungkapnya tetap tak mampu menopang kebutuhan sehari hari para pahlawan tanpa tanda jasa itu. “Tidak perlu jauh jauh. Saya sendiri juga ‘nyambi’. Begitu selesai mengajar langsung berangkat ke ladang, lumayan kalau panen bisa buat tambahan,” akunya.

Tak hanya masalah masih rendahnya kesejahteraan guru tersebut, Kabupaten Temanggung ternyata secara umum juga kekurangan guru untuk sekolah setingkat SD dan SMP.
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Temanggung, Akhmad Saryono, mengatakan, kekurangan sendiri mencapai 2.165 guru.

“Saat ini jumlah guru yang telah berstatus PNS hanya sekitar 5.000 an orang. Untuk bisa dikatakan ideal, kita masih kekurangan 43,3 persen dari jumlah tersebut, terutama untuk SD dan SMP yang berada di wilayah pinggiran. Untuk menutup kekurangan tenaga pengajar, masing masing sekolah masih menggunakan guru honorer,” jelasnya.

Menurut dia, dari kekurangan 43,3 persen tersebut, sebanyak 10 persennya guru SMP dan 33,3 persen guru SD. Kekurangan tersebut, termasuk guru olahraga, guru agama, dan guru kelas.Editor – Windy


Share

Related Post

Leave a reply