Korupsi Pembangunan Pasar, Ahzam Divonis 14 Bulan

Share

ilustrasi

Harianekspres.com – Ahzam Muhammad Zuhri, pelaksana lapangan CV ADI Sejahtera, tertunduk saat Majelis Hakim Mina Noer Rahman membacakan vonis 1 rahun 2 bulan kurungan terhadap dirinya. Ahzam merupakan terdakwa perkara korupsi dana rehabilitasi sarana dan prasarana Pasar Pagelaran, Kabupaten Pringsewu senilai Rp76,1 juta di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu (1/2/2017).
Dalam sidang agenda putusan yang dibacalan majlis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 1 tahun 6 bulan kurungan penjara. Dalam persidangan majelis hakim menyatakan Ahzam terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas perkara tersebut secara bersama-sama dengan begiti terdakwa divonis 1 tahun 2 bulan penjara.
“Terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU 31/1999 yang telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor atas perkara tersebut secara bersama-sama dengan begitu terdakwa divonis 1 tahun 2 bulan penjara,” ujar Majelis Hakim di persidangan.
Selain itu majelis hakim juga mewajibkan Ahzam membayar denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Dalam pertimbangannya majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemberantasan korupsi dan merugikan keuangan negara.
Terungkap dalam persidangan, Ahzam selaku pelaksana lapangan pada kegiatan rehabilitasi sarana dan pra sarana Pasar Pagelaran, Kabupaten Pringsewu melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Toni Haryanto, Direktur CV Adi Sejahtera,
dan Ahkyar selaku PPK (telah dilakukan penuntutan lainya).
Ketiganya melakukan korupsi dana rehabilitasi sarana dan pra sarana Pasar Pagelaran, Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2011 senilai Rp240 juta. Ahyar menyetujui pencairan dana 100 persen atas proyek tersebut, padahal pekerjaan proyek tersebut belum 100 persen. Selain itu juga pengerjaan drainase, plafon, paving block tidak sesuai denga spesifikasi teknis.
Lalu Ahzar melakukan pertemuan dengan Ahzam Muhamad Zuhri yang menyatakan sanggup menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut hingga 100 persen. Akibat perbuatan Ahyar telah memperkaya Toni Haryanto dan Ahzam Muhamad Zuhri Rp76,1 juta. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply