Konferda KSPSI Lampung Kembalikan Khitah Hubungan Industrial Pancasila

Share

 

Logo KSPSI

Harianekspres.com – BANDAR LAMPUNG — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Lampung menggelar konferensi daerah (konferda) ke-8 tahun 2017 di aula Hotel Sahid Bandar Lampung, Selasa (7/2/2017).Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPP KSPSI Pusat, Ahmad Alkhamar menegaskan hubungan industrial harus dikembalikan kepada nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, anggota KSPSI harus mengedepankan hubungan insdutrial Pancasila sebagai garda terdepan mengawal Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “Jangan ragu menyebutkan hubungan industrial Pancasila karena kita ingin mengembalikan hubungan industrial Pancasila sebagai khitah perjuangan,” kata Ahmad dalam sambutannya kemarin.

Ahmad menuturkan beberapa kendala agar adanya keterbukaan antara pekerja dan pengusaha di antaranya kurang siapnya SDM yang produktif. “Oleh karena itu KSPSI harus menyiapkan SDM dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Apindo Lampung, Agus Wiyono mengatakan harus ada inovasi baru dalam dunia kerja, agar Indonesia khususnya Lampung tidak tertinggal dari daerah lainnya. “Upaya pengembangan diri dalam mencari inovasi baru dalam dunia kerja itu sangat penting,” ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hery Suliyanto mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung selalu mendukung adanya mediasi antara pengusaha dan pekerja agar tercipta suasana yang kondusif. “Kami selalu mengevaluasi kembali kerja sama antara pekerja dan pengusaha supaya dapat duduk bersama sehingga terwujudnya kesejahteraan kerja,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD KSPI Lampung, Edison Simbolon melaporkan pihaknya telah melakukan pendampingan kepada para anggota yang bermasalah. Di antaranya 175 anggota yang kekurangan upah lembur dan Jamsostek, 146 anggota ditelantarkan pengusahan atau kontraktor, 143 anggota ditelantarkan bebas, 4 anggota di-PHK
dianggap merugikan perusahaan, 16 anggota diPHK tanpa alasan, 8 anggota di-PHK semena-mena, dan 8 PHK sepihak atau perusahaan gelap.

“Kami terus melakukan pendampingan perselisihan antara anggota pekerja dengan pengusaha, supaya ada keadilan bagi para buruh,” pungkasnya.Acara juga dihadiri Wadir Sabhara Polda Lampung, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumiyati Somad, dan anggota KSPI se-Lampung. Editor(CindyIryani)


Share

Related Post

Leave a reply