Anggota DPR tolak wacana usulan sertifikasi khatib

Share

Ilustrasi.

“Saya bilang provokatif karena seolah-olahkhatib inilah yang menjadi pemicu munculnya pangkal kekerasan, penghujatan, pemecah belah dan merusak kebhinekaan,”

Harianekspres.com – Anggota Komisi VIII DPR Mohammad Iqbal Romzi menolak wacana terkait usulan untuk melakukan sertifikasi khatib karena hal itu dinlai cenderung provokatif dan diskriminatif serta tidak sensitif.

“Saya bilang provokatif karena seolah-olah khatib inilah yang menjadi pemicu munculnya pangkal kekerasan, penghujatan, pemecah belah dan merusak kebhinekaan,” kata Mohammad Iqbal Romzi dalam rilis, Sabtu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berpendapat bila hanya dialamatkan kepada khatib juga dapat disebut diskriminatif padahal dalam pelaksanaan ibadah Jumat sudah ada ketentuan syari yang mengatur.

Dia menginginkan agar umat jangan terus menjadi sasaran dan dirinya lebih setuju dengan program peningkatan kapasitas khatib dan imam.

Sebagaimana diwartakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tidak mudah untuk melakukan sertifikasi khatib atau penceramah Shalat Jumat karena masjid di Indonesia dibangun oleh masyarakat, bukan oleh pemerintah.

“Masjid di Indonesia dibangun dan diatur oleh masyarakat. Dakwah di Indonesia itu dakwah komunitas sehingga tidak mudah untuk mengatur itu,” kata Wapres di Jakarta, Jumat (3/2).

Wapres yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan, di dunia ini hanya tiga negara yang masjidnya dibangun oleh masyarakat yaitu Indonesia, India dan Pakistan.

Selebihnya masjid-masjid dibangun oleh pemerintah seperti Malaysia, negara-negara Timur Tengah hingga Turki. “Kalau di Malaysia justru khutbah itu tersentralisasi karena imam merupakan pegawai pemerintah,” ucapnya. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply