Produk sawit nasional memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia

Share

Harianekspres.com – Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia pada 2016 nilai ekspor produk sawit mencapai US$ 17,8 miliar atau naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 16,5 miliar.

“Kalau kita lihat beberapa angka yang penting, ekspor komoditas sawit adalah 12% dari nilai ekspor nasional. 2016, nilai ekspor US$ 17,8 miliar atau Rp 231,4 triliun. dengan produksi 31 juta ton,” kata Sri Mulyani.

Lanjut Sri Mulyani, kontribusi kelapa sawit terhadap sektor pertanian juga sebesar 14,2%, terhadap sektor minyak hewan dan nabati di industri 5%, dengan begitu kontribusi kelapa sawit dan produk turunannya sebesar 3% terhadap PDB.

Dari sektor penerimaan pajak, pemerintah telah mengatur pungutan dana perkebunan atas ekspor kelapa sawit dan turunannya yang diatur dalam PMK Nomor 133/2015 tentang tarif layanan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

“Kontribusi pajak dari perkebunan sawit menunjukkan tren menurun dari 2012, baru pada 2015 agak meningkat lagi, tapi 2016 turun lagi antara 2,23%, sekarang 1,20%, dari total penerimaan pajak,” kata dia.

Tidak hanya itu, sektor kelapa sawit juga berkontribusi terhadap sektor tenaga kerja. Pada 2016, Sri Mulyani menyebutkan, terdapat 5,6 juta tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan industri dan perkebunan kelapa sawit.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengimbau kepada seluruh pelau industri kelapa sawit di Indonesia menjaga keberlanjutan komoditas andalan nasional. Setidaknya, membangun industri yang komprehensif dan mampu menerapkan secara konsisten menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat perusahaan maupun petani.

“Ini komoditas andalan yang sangat penting dijaga keberlanjutannya,” tandasnya. – Editor Abi


Share

Related Post

Leave a reply