Photography Ponsel Bukan Sekadar Pencinta Foto

177 views

Harianekspres.com – Kegemaran mengabadikan momen yang diimbangi makin canggihnya kamera ponsel, memicu terbentuknya komunitas-komunitas fotografi berbasis ponsel, salah satunya Lampung Photography Ponsel. Komunitas ini makin digandrungi karena kemudahan untuk mengunggah hasil foto secara langsung ke berbagai media sosial. Tidak heran jika komunitas pencinta foto yang baru terbentuk 20 Maret 2016 itu sampai saat ini sudah memiliki anggota hingga ratusan orang.

Pemilik Lampung Photography Ponsel, Arie Hidayat, menjelaskan anggota komunitas berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari anak SMA hingga masyarakat umum yang telah memiliki kesibukan, seperti bekerja. Di Lampung Photography Ponsel bukan sekadar tempat berkumpulnya para pencinta fotografi ponsel, melainkan juga diajarkan genre foto mulai dari makro hingga landscape.

“Khusus makro, kami berorientasi pada binatang kecil, seperti serangga yang diambil di lapangan Unila mulai pada pukul 06.00—09.00. Untuk landscape diambil di tempat-tempat yang memiliki spot gambar yang cukup bagus, seperti di Gunung Sibalang dan Gunung Kogayang, dilakukan sore hari untuk mencari sunset,” ujar Arie kepada Lampung Post, belum lama ini.

Arie menceritakan awalnya untuk mencari fotografer ponsel di Lampung jarang ditemukan. Selain itu, cabang fotografi ponsel di Bandar Lampung belum ada. Oleh sebab itu, ia menginisiasi membuat komunitas bukan hanya tertarik dengan fotografi ponsel, melainkan juga orang-orang yang ingin belajar di bidang tersebut. Ia berharap dengan terbentuknya komunitas ini dapat menyatukan fotografi ponsel Lampung. Komunitas ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi guna mengumpulkan remaja-remaja yang memiliki hobi yang sama.

Lebih Murah

Hal senda diungkapkan Ketua Lampung Photography Ponsel, Ferry. Salah satu kemudahan memotret menggunakan ponsel karena gadget ini murah dibandingkan dengan kamera profesional. Untuk itu, mereka dituntut untuk memaksimalkan gampar kamera yang ada.

Keterampilan utama yang diajarkan dalam komunitas ini adalah komposisi, angle, framing, dan editing. “Untuk editing dalam genre makro ponsel diusahakan seminim mungkin, tetapi lebih kepada memperdalam skill fotografi masing-masing member. Sehingga, dengan keterampilan yang mumpuni, editing hanya sedikit,” ujar Ferry.

Menurutnya, berbeda dengan komunitas lain, di sini mereka tidak diajarkan satu, melainkan banyak genre fotografi. Mulai dari landscape, makro, dan lain-lain, sehingga para anggota dapat menguasai sesuai dengan passion yang mereka sukai.

“Rata-rata member lebih suka ke makro. Sebab, genre makro tantangannya agak sedikit lebih sulit. Mungkin dari situ, mereka merasa tertantang,” ujarnya.

Risky Aditama, anggota komunitas, mengaku tertarik bergabung dengan komunitas ini karena memiliki hobi fotografi. Apalagi di komunitas ini kemampuannya diasah kembali.

“Awalnya untuk komposisi kadang-kadang foto saya kurang bagus. Di sini kami diajarkan yang bagus itu seperti apa, lalu teknik-teknik dan cara pengambilan gambarnya,” kata mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung itu.

Selain mengadakan pelatihan untuk mengasah kemampuan fotografi, para anggota komunitas ini kerap menggelar event Hunting Makro Akbar Nasional (HMAN) di lapangan Unila. Acara ini bahkan dihadiri member dari luar negeri, seperti Taiwan dan Hong Kong.

Selain makro juga mengadakan kegiatan gerakan yang berorientasi pada lingkungan hidup, seperti penanaman bibit pohon dan kebersihan sampah.

“Harapan saya, khususnya untuk generasi muda Bandar Lampung, dengan adanya komunitas ini yang pertama adalah menghindari pengaruh-pengaruh negatif. Sebab, dalam komunitas ini mereka bisa berkreasi, sharing ilmu, silaturahmi, serta menambah wawasan dan teman. Sehingga, ke depan dapat muncul fotografer ponsel yang andal,” ujar Ferry. – Editor Abi

Related Post