Ketua PWI Tubaba : Insan Pers Harus Profesional Dalam Lahirkan Karya Jurnalistik

Rudiyanto kepalo Tiyuh Kartaraharja bersama Edi zulkarnaen ketua PWI Tubaba,saat menunjukkan butir-butir keputusan Forum rembuk Tiyuh terkait perdamaian perselingkuhan MY dan SS, selasa (10/4/2018) dikantor PWI Tubaba.(Foto Sanur)

HARIANEKSPRES.com,TUBABA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Edi Zulkarnaen menghimbau kepada seluruh insan pers yang ada didaerah yang berjuluk Bumi ragemsai mangei wawai,untuk menjadi wartawan yang profesional dalam melahirkan karya journalistiknya sesuai dengan fakta yang ada,hal ini dikatakannya kepada sejumlah awak media,selasa (10/4/2018) seusai menerima kedatangan Rudiyanto kepalo Tiyuh Kartaraharja dikantor PWI Tubaba kelurahan Panaragan jaya Tulang Bawang Tengah.

” Saya mengimbau kepada seluruh insan pers agar mengedepankan profesionalitas dalam membuat karya juornalistiknya sesuai fakta yang ada,” himbaunya.

Dikatakan Edi Zulkarnaen bahwa kedatangan kepala Tiyuh kartaraharja Rudiyanto ke kantor PWI Tubaba dalam rangka penyampaian keberatan dan klarifikasi atas pemberitaaan salah satu media online yang merugikannya.” Ya kita baru menerima kedatangan kepalo Tiyuh Kartaraharja Rudiyanto yang melaporkan keberatannya atas pemberitaan salah satu media online yang telah merugikannya,karena menurutnya dia tidak pernah membuat pernyataan sebagaimana dimuat dalam berita online tersebut , ” terangnya.

Sementara Rudiyanto kepalo Tiyuh Kartaraharja kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa tulisan yang dimuat dalam pemberitaan salah satu media online tersebut,bukan pernyataannya dalam forum rembuk Tiyuh terkait dugaan perselingkuhan antara MY dan SS warga RK.5 Kartaraharja beberapa waktu lalu.” Saya tidak pernah membuat pernyataan bahwa perdamaian antara MY dan SS dikenai biaya denda 50 juta rupiah,itu pernyataan didapat dari mana,dan jelas hal ini sangat merugikan saya baik secara moril maupun materiel ,” jelasnya.

Kendatipun demikian Rudiyanto berharap agar pemberitaan yang merugikannya yang dimuat oleh salah satu media online tersebut dapat mengklarifikasi dan meralat pemberitaan tersebut guna mengembalikan dan membersihkan nama baiknya.” Saya berharap agar media online tersebut dapat meralat dan mengklarifikasi pemberitaan guna mengembalikan dan membersihkan nama baik saya ,” pungkasnya.(HE/Sanur)

Related Post